EkstrakurikulerKarawitan

Karawitan

Karawitan adalah seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro dan peog. Ekstrakurikuler Karawitan di SMPN 12 Yogyakarta diadakan setiap hari Rabu. Ekstrakurikuler ini diikuti oleh 23 siswa dari kelas 7 dan 8 melalui seleksi. Guru pembimbing ekstra Karawitan yaitu Bapak M. Makincoiri, S.Pd yang juga merupakan guru mata pelajaran Bahasa Jawa.

Seni karawitan merupakan seni tradisional yang sekarang ini mulai redup dan jarang peminatnya. Oleh sebab itu, seni karawitan harus dilestarikan. Untuk melestarikan budaya tradisional agar dapat bertahan eksistensinya, beberapa sekolah telah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler karawitan untuk membekali siswa tentang seni selain itu kemampuan siswa di bidang seni bisa terasah. Karawitan dapat memberikan nilai positif bagi siswa. Nilai positif yang terdapat dari seni karawitan adalah dapat mengembangkan kebersamaan. Kebersamaan merupakan modal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang bermartabat, dewasa dan mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi. Dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan yang dilakukan secara rutin dapat melatih dan membiasakan siswa bersikap untuk saling menghargai, mendukung dan bekerjasama. Kebersamaan disini diwujudkan dalam kegiatan bagaimana siswa tersebut dapat bekerjasama, saling menghargai dan kompak memainkan sesuai dengan irama gamelan Jawa. Tanpa adanya kerjasama dan saling menghargai maka musik karawitan tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik. Dalam kegiatan apapun yang bersifat kelompok atau tim memerlukan adanya kebersamaan.

Karawitan sebagai kesenian multidimensional dan multidisipliner. Multidimensional dalam kesenian memiliki hubungan yang erat dengan berbagai potensi yang ada dalam diri manusia secara utuh. Multidimensi dalam kesenian ada beberapa hal, yaitu: kecerdasan kinestetik, kepekaan indrawi, kemampuan berfikir, kepekaan rasa, seni dan kreatifitas, kemampuan sosial dan kemampuan estetik. Menurut Wardani (2006:23) menyatakan bila berbagai potensi dapat dikembangkan secara utuh maka akan dapat pula digunakan sebagi bahan untuk memiliki multi kecerdasan yang dimiliki oleh manusia dalam memperoleh kebermaknaan hidup. Multidimensi dalam kesenian ada beberapa hal, yaitu: kecerdasan kinestetik, kepekaan indrawi, kemampuan berfikir, kepekaan rasa, seni dan kreatifitas, kemampuan sosial dan kemampuan estetik. Ketujuh jenis kecerdasan yang dibangun dalam pendidikan seni ada dalam tubuh dan ruh karawitan. Selain multidimensi karawitan sebagai multidisipliner yaitu untuk mengembangkan kemampuan mengapresiasi dan atau mengeskpresikan diri dengan berbagai medium seperti rupa, bunyi, gerak, bahasa dan perpaduan.

Tags
Show More

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − six =

Back to top button
Close
Close