Literasi Sekolah

Yogyakarta Ditunjuk Sebagai Model Kota Literasi

KOTA Yogyakarta akan dijadikan model kota literasi. Hal ini diawali dengan penunjukan Kota Yogyakarta sebagai kota penyelenggara Gerakan Indonesia Membaca oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa (Kemendikbud). Kegiatan yang akan dilakukan untuk mendukung ini, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, di antaranya membentuk Kampung Literasi dan Kampung Sains. Kampung Literasi yang ditunjuk adalah Kampung Tegalpanggung, sedangkan Kampung Sains ditetapkan di Karangkajen bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan.

“Kami menetapkan Kelurahan Tegalpanggung sebagai Kampung Literasi. Ada beragam kegiatan literasi yang akan dilakukan di kelurahan tersebut,” kata Edy di Yogyakarta, Rabu (12/4). Peluncuran Gerakan Indonesia Membaca di Kota Yogyakarta, tambah Heri, akan dilakukan melalui serangkaian kegiatan, salah satunya ialah pameran literasi akan dilakukan awal Mei. Pameran literasi tersebut akan diisi penampilan berbagai karya literasi dari siswa, seperti siswa SMP yang akan menampilkan karya berupa tulisan yang kemudian dikumpulkan dan dicetak menjadi sebuah buku.

“Kami menetapkan Kelurahan Tegalpanggung sebagai Kampung Literasi. Ada beragam kegiatan literasi yang akan dilakukan di kelurahan tersebut,” kata Edy di Yogyakarta, Rabu (12/4). Peluncuran Gerakan Indonesia Membaca di Kota Yogyakarta, tambah Heri, akan dilakukan melalui serangkaian kegiatan, salah satunya ialah pameran literasi akan dilakukan awal Mei. Pameran literasi tersebut akan diisi penampilan berbagai karya literasi dari siswa, seperti siswa SMP yang akan menampilkan karya berupa tulisan yang kemudian dikumpulkan dan dicetak menjadi sebuah buku.

“Ini sangat menarik karena anak SMP menulis buku untuk mempersembahkan karya literasi mereka. Harapannya, budaya literasi di Yogyakarta akan semakin tumbuh,” katanya. Selama ini, lanjut Edy, sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi, khususnya untuk siswa di Kota Yogyakarta ialah dengan gerakan 10 menit membaca. Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak 2011 dengan memanfaatkan waktu selama 10 menit di awal pelajaran untuk membaca berbagai buku. “Kami juga mendorong para guru untuk menulis dalam jurnal penddikan serta mendorong pertumbuhan taman bacaan masyarakat (TBM),” katanya. Sementara di Karangkajen, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak terkait di wilayah. “Sambutannya sangat antusias, bahkan kami diperkenankan menggunakan Balai RW untuk menggelar berbagai kegiatan,” kata Edy yang akan mengembangkan kampung serupa di wilayah lainnya. (OL-5)

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/100516-yogyakarta-ditunjuk-sebagai-model-kota-literasi

Tags
Show More

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 14 =

Back to top button
Close
Close